Jumat, 10 Oktober 2014

SIFAT FISIKA DAN KIMIA ALKOHOL

Sifat Fisika Alkohol

Alkohol mengandung gugus polar yaitu gugus hidroksi (-OH) yang bersifat hidrofilik dan juga mengandung gugus nonpolar yaitu gugus alkil (-R) yang bersifat lipofilik. Hasil dari susunan ini, ketika alkohol mempunyai jumlah rantai karbon yang kecil, maka alkohol akan bersifat polar dan akhirnya dapat larut dalam air. Semakin panjang rantai alkil, kelarutan alkohol dalam air akan semakin kecil.

Dengan gugus -OH, alkohol mampu membentuk ikatan hidrogen pada dirinya sendiri, alkohol lain, molekul netral, maupun anion. Inilah ilustrasi ikatan hidrogen pada metanol.

ikatan hidrogen metanol

Pembentukan ikatan ini menyebabkan titik didih abnormal jika dibandingkan dengan molekul organik dengan jumlah rantai karbon yang sama. Inilah perbandingan sifat fisik alkohol dan kelarutan dalam air dibandingkan dengan senyawa lain yang mempunyai jumlah rantai karbon yang sama, seperti pada haloalkana.


Rumus StrukturNama IUPACNama UmumTitik Leleh (ºC)Titik Didih (ºC)Kelarutan dalam H2O pada 23ºC
CH3OHMetanolMetil alkohol-97,865,0Tak terbatas
CH3ClKlorometanaMetil klorida-97,7-24,20,74 g/100 mL
CH4Metana
-182,5-161,73,5 mL (gas)/ 100 mL
CH3CH2OHEtanolEtil alkohol-114,778,5Tak terbatas
CH3CH2ClKloroetanaEtil klorida-136,412,30,447 g/100 mL
CH3CH3Etana
-183,3-88,64,7 mL (gas)/ 100 mL
CH3CH2CH2OH1-PropanolPropil alkohol-126,597,4Tak terbatas
CH3CH2CH3Propana
-187,7-42,16,5 mL (gas)/ 100 mL
CH3CH2CH2CH2OH1-ButanolButil alkohol-89,5117,38,0 g/100 mL
CH3(CH2)4OH1-PentanolPentil alkohol-791382,2 g/100 mL

Sifat Kimia Alkohol

Alkohol adalah molekul polar dengan adanya gugus -OH. Gugus fungsi -OH dapat melepaskan proton pada larutan dan dengan demikian alkohol bersifat asam. Pada kasus lain, gugus -OH dapat digantikan. Jadi, reaksi dalam alkohol dapat diklasifikasikan menjadi reaksi yang melibatkan hidrogen asam dan yang melibatkan gugus hidroksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar