Kamis, 31 Maret 2011

Mendeteksi penyakit dengan menggunakan sedikit TLC

b922305c-300-FOR-TRIDION_tcm18-173256Racun buruli ulcer dideteksi dengan menggunakan lapisan kromatografi yang tipis
Sebuah metode yang rendah biaya dan sederhana untuk mendeteksi racun dari organisme yang menyebabkan sisa penyakit Buruli ulcer telah dikembangkan oleh para ilmuwan Amerika Serikat.
Buruli ulcer merupakan sisa penyakit yang disebabkan oleh organisme yang disebut Mycobacterium Ulcerans, dimana masih dalam satu kelompok yang sama dengan organisme yang menyebabkan leprosy dan tuberkulosis. Diagnosis dan perawatan dini sangatlah vital sebagaimana perawatan yang tertunda dapat menyebabkan kelalaian bentuk yang tidak dapat diubah, ketidak mampuan fungsional jangka panjang seperti pelarangan gerakan yang digabung, luka kulit yang ekstensif dan kadang-kadang infeksi sekunder yang membahayakan jiwa.
Rantai reaksi polymerase dari DNA M.ulcerans DNA biasanya digunakan untuk mendeteksi infeksi, namun sangat mahal dan sulit untuk memelihara  ketahanan kata Yoshito Kishi dan Thomas Spangenberg dari Harvard University, Cambridge. Mereka telah menciptakan detektor fluorescent yang sederhana namun sangat sensitif untuk mycolactones, racun ini disekresi oleh M. Ulcerans dan didistribusikan didalam jaringan yang terinfeksi.
Mycolactones diketahui berperilaku baik pada lapisan kromatografi yang tipis dengan menghasilkan suatu titik yang berbeda pada gel silika kata Kishi dan Spangenberg, namun sensitifitasnya sangat rendah. Pasangan ini menggunakan asam boronic untuk mengikat secara selektif  mycolactone dengan meningkatkan emisi fluorescent dan memungkinkan pendeteksian tingkatannya serendah mungkin sebesar dua nanograms dari mycolactones-nya.
‘Hal ini adalah prospek yang menakjubkan dimana akan diterima dengan perhatian yang besar,’ kata Mark Wansbrough Jones, kepala teknis penasehat kelompok Buruli ulcer  dari World Health Organisation. ‘Ini mempunyai potensi digunakan sebagai alat diagnostik yang sangat penting karena diagnosis klinis hanya 70% saja yang sepertinya mempunyai hasil yang benar dan sebagai tes sederhana seperti mikroskopi terhadap bakteri kurang dari 50 % yang bersifat sensitif.’
Metode yang sederhana dan efektif ini secara khusus akan berguna pada area terpencil yang dikenal menderita penyakit ini, kata Kishi dan Spangenberg. Sekarang ini mereka sedang memeriksa apakah teknik ini dapat dikembangkan kedalam caryang efektif untuk mendiagnosa Buruli ulcer pada tahap dini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar